Advertisement

This is about Me?

Do not read this

    Thanks To

    Related sites

    Community

    Syndication

    You can grab our news as an Atom feed.

    > <
    Last updated: Tue, 23 Jun 2009

    view this page in


    Musisi Indonesia, Dangdutize Your Song!

    "Mau tidak mau, engkau harus mau..."

    Salah satu potongan lirik lagu dangdutnya Imam S. Arifin -- kalau nggak salah, secara lupa-lupa ingat sih, kan dengernya itu pas SD dulu, jadoel banget -- yang dulu mungkin sempat populer.

    Eit, tunggu dulu posting ini sama sekali bukan mau mereview apalagi membahas lagu yang dinanyikan oleh mantan suami Nana Mardiana itu. Tapi aku rasa kutipan lirik tadi cukup menggambarkan kondisi musik Indonesia saat ini yang sudah mulai (baca: sudah lama) menjadi tidak jelas arahnya.

    Ya, mau tidak mau aku juga gregetan pingin buat opini tentang hal ini, hahaha. Dimana sekarang nuansa musik Indonesia sudahlah bercampur aduk antara dangdut dan pop. Lihat saja beberapa band-band pendatang baru yang tiap hari nongol di monitor TV (layar tipi maksudnya), sebut saja ST 12 dan Kangen Band yang nuansa musiknya kedangdut-dangdutan gitu. Atau Project Pop dengan yang udah terlanjur duluan bilang Dangdut is the music of my country. Bahkan sampai-sampai Ahmad Dhani, pemusik/penyayi papan atas tak segan-segan memblender lagunya dengan musik gendang ini, seperti terdengar dalam lagunya "Lagi Pingin Gituan" (baca: Sedang Ingin Bercinta).

    ST 12 dengan Puspa-nya, Matta, dengan Kamu Ketauan, bahkan baru-baru ini Ungu, band yang lagu-lagunya selalu menduduki tangga-tangga lagu top di radio maupun TV malah ikut-ikutan menggandeng Iis Dahlia dalam albumnya yang kelima dengan lagu "Hampa Hatiku" (judulnya aja udah dangdut banget kan?).

    Musik itu universal
    Universal, menyeluruh, bisa diterima oleh siapa saja yang suka, tidak peduli dari golongan apa, suku apa, agama apa, pokoknya apapun partainya, presidennya tetap.... (wew malah kampanye), lanjutkan ah.
    Musik itu universal, for example Rihanna (pas di kampung Tegal Rejo dulu namanya Rianah) dengan lagunya Umbrella yang pakai bahasa Londo (asal bule disebut Londo, kata orang dulu), siapa sih yang nggak kenal (apal? wew) dengan lagu itu. Anak SD aja tau. Dan suka. Itulah salah satu bukti kalau musik itu bisa diterima siapa saja dimana saja.

    Terus apa hubungannya sama jus durian dangdut pop tadi? Pikirkan aja sendiri. Terus terang aku sendiri dari dulu benci dangdut (ssst.. padahal PDD, penggemar dangdut diam-diam) at least kalau lagi ngumpul sama temen-temen, asal denger lagu dangdut, tau sendiri lah. Tapi kalau mau jujur, aku gak benci tuh sama ST 12, Kangend Band, Ahmad Dhani, Ungu maupun Matta mu. Nggak tau kenapa. Ah kan gak ada yang ngelarang toh, mau suka musik jenis apa, nggak ada undang-undangnya. Kan musik itu universal.

    Dangdut merajalela
    Musik dangdut itu kuno, terlalu keibu-ibuan, bapak-bapak (punya anak bilang aku, aku yang tengah malu karena cuma diriku yang tak laku-laku, yang udah di coret jangan dibaca, dodol), kampungan, urban, ndeso, udik, konsumsi orang kalangan bawah. Eits... itu dulu, dan pemusik dangdut pun menyadari hal itu. Makanya mereka pun pasang strategi, beberapa tahun yang lalu muncullah kontes-kontes dangdut untuk mencari para dangduters terbaik, disiarkan live di TV swasta dengan durasi yang "Masya Allah.." tidak kurang dari 3 jam. Tujuannya apa? Apalagi kalau bukan menaikkan citra musik dangdut yang terlanjur jelek di mata masyarakat (baca: anak muda).

    Berhasilkah? Nggak ada suatu patokan untuk mengatakan berhasil atau tidak. Tapi efeknya pasti ada dan jelas ada. Mana? Baca lagi tulisan di atas, musik pop sudah menjadi pop dut pop (awalnya pop, di tengah-tengahnya ada dangdutnya dikit, terus endingnya pop lagi, happy ending :D ). Pendengar pun binggung. (wkwkwkwk, nggak cuma aku loh orang yang nulis bingung itu binggung)

    Nama sama, selera berbeda
    Ironisnya, ditengah-tengah kondisi penikmat musik yang berhasil dibuat... bingung -- ketika hatiku juga gundah gulana pas mau memisahkan folder musik di komputer, apakah mau dimasukkan ke folder dangdut atau pop -- muncullah sang pendatang baru Ridho Rhoma, putra sang raja dangdut Rhoma Irama, "Judi.....!!!!!.... ngeetttt". Putra sang raja tersebut dengan santunnya melantunkan lagu yang... sempat membuat Ridho 'Slank' kebakarang jenggot. Ridho 'slank' gak bisa ngomong apa-apa ketika denger lagu itu, malu katanya.
    Ya iya lah malu, dia kan rocker sejati, kok berani-beraninya ada orang yang ngebawain lagu dangdut gak jelas tapi digandrungi cewek-cewek. Lagunya laris manis, RBTnya meledak meletup, eh masuk Inbox dan Dahsyat pulak tuh. Inbox dan Dahsyat adalah dua dari sekian banyak acara TV yang sedang naik daun sekarang ini, menampilkan penyanyi-penyanyi dan band yang lagi ngetop atau numpang ngetop, yang pada awalnya ditujukan buat penikmat musik pop, bukan dangdut. Aku rasa bukan itu aja bro, masalahnya sang anak raja 'kebetulan' pakai nama Ridho juga, wawkwkwkkwkw.. gaswat.

    Udah deh nggak usah dipikirin terlalu serius, biarkan semua mengalir seperti air. Toh waktu juga yang akan menjawabnya, seperti apakah wajah musik Indonesia di masa akan datang. Buat penikmat musik, suka dangdut boleh, suka pop-dut-pop juga boleh, nggak suka apapun juga boleh. Nggak ada yang ngelarang, nggak ada yang nyuruh. Juga nggak ada yang tau kan kalau kamu sebeneranya udah kena wabah PDD, pencinta dangdut diam-diam? Hahahaha...

    Tidak lupa buat para musisi, penyanyi, anak band yang udah terkenal maupun yang termehek-mehek bertahun-tahun gak terkenal-terkenal juga, kalian bebas mengambil jalan. Juga bebas melirik artis siapa saja yang mau diajak ngisi aroma dut buat nyisip lagunya. Toh, nyanyi kan bukan buat didengerin sendiri, emang dikamar mandi.

    Yang jelas, daripada kamu naik ojek kesasar, mendingan tak gendong toh, asyik toh, manteb toh, kata Mbah Surip mengakhiri posting ini.

    Pranala luar: (artinya apa ya?)

    http://forum.detik.com/showthread.php?t=636

    http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=78167

    http://www.detikhot.com/read/2009/05/08/133039/1128312/228/ridho-slank-malu-musik-indonesia-menye-menye

    http://showbiz.vivanews.com/news/read/48393-nuansa_dangdut_dalam_album__ungu_

    http://ianbali.wordpress.com/2009/04/29/ungu-hampa-hatiku-mp3/

    Incoming search terms:

    Tags: ,


    Leave a Reply

    To post php code, wrap your code between [php] and [/php].
    Outer <?php and ?> tags will be added automatically. Added that tags in the middle of code is fine.

    Subscribe without commenting


    News Archive