Advertisement

This is about Me?

Do not read this

    Thanks To

    Related sites

    Community

    Syndication

    You can grab our news as an Atom feed.


    Tips dalam memilih Nama Domain

    [28-Aug-2008]

    Memilih nama domain seperti memilih pasangan hidup. Keterlaluan sepertinya ya? Tetapi setidaknya ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, jika kita benar-benar ingin menghidupkan sebuah website. Berikut tips yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan juga pengalaman pribadi:

    1. Kesesuaian

    Ini sudah jelas, sebuah nama domain harus dapat mewakili atau sesuai dengan isi dari sebuah website itu sendiri. Jadi ketika seseorang melihat sebuah domain akan langsung bisa menebak apa isinya.

    2. Generik

    Carilah nama-nama umum, yang biasa disebutkan dan dimengerti orang banyak. Sepertinya hal ini sangat susah mengingat hampir semua nama-nama umum sudah didaftarkan orang, tapi kalau kita kreatif dan sabar pasti dapat hasil yang bagus pula.

    3. Pendek

    Masih ingat dengan domain terpanjang di Indonesia atau di dunia? Hah, itu tidak lain hanya untuk sensasi saja. Intinya, makin pendek makin baik

    4. Tanda hubung ( - )

    Sedapat mungkin hindari penggunaan tanda hubung seperti nama-perusahaan.com. Kenapa? Karena akan terasa sukar dan panjang sewaktu kita menyebutkannya secara lisan atau melalui telepon, mau tidak mau harus seperti ini: "Website kami adalah nama tanda hubung perusahaan dot com" daripada nama perusahaan dot kom.

    5. Angka

    Penggunaan angka dalam sebuah nama domain adalah kurang baik, kecuali angka tersebut merupakan bagian dari nama perusahaan. Contohnya: trans7, indonesia5 dsb.

    6. Dot com

    Kenapa dot com? Karena dot com lebih memiliki kredibilitas dibanding dengan extensi lainnya, selain paling mudah diingat dan diketikkan orang.

    7. Awalan / akhiran

    Nama yang kita inginkan sudah diambil orang? Cobalah untuk menambahkan awalan atau akhiran yang relevan. Contohnya: ponsel.com sudah didaftarkan, cobalah ponselku.com atau jualponsel.com

    8. Legalitas

    Perhatikan bahwa nama domain yang ingin anda daftarkan bukanlah nama sebuah merek atau sesuatu yang telah terdaftar hak cipta-nya. Karena sewaktu-waktu mereka bisa menuntutnya.

    9. Banyak TLD

    TLD adalah top level domain atau extensi yang paling populer seperti .COM/.NET/.ORG. Daftarkan domain anda lebih dari satu TLD. Gunanya adalah untuk mencegah penggunaan nama domain kita oleh pesaing meskipun dengan TLD yang berbeda. Selain itu juga untuk menjaga jika pengunjung salah mengetikkan TLD.

    10. Konsultasi

    Tidak kalah penting juga untuk mengkonsultasikan nama domain yang akan anda beli dengan rekan atau teman. Karena sesuatu yang baik bagi kita belum tentu baik bagi orang lain atau bahkan mereka bisa menyumbangkan ide lebih baik lagi. Tapi ingat, jangan sembarangan berkonsultasi sebelum membeli sebuah domain, bisa-bisa domain tersebut lebih duluan didaftarkannya.

    11. Lihat sejarah domain, pastikan bukan spam

    Bila domain anda pernah didaftarkan sebelumnya oleh orang lain (expired/deleted domain). Cobalah lakukan pencarian di search engine (e.g Google.com) dan pastikan domain tersebut tidak digunakan oleh spammer maupun scammer. Karena bila hal itu terjadi, bisa saja nama tersebut telah diblacklist dari berbagai search engine atau bahkan telah diblacklist dari beberapa negara maupun ISP.

    12. Rencana pengembangan ke depan

    Anda menjual baju olahraga dan anda membeli domain untuknya dengan nama bajuolahraga.com. Pastikan sampai kapanpun anda menjual baju olah raga dan bukan baju anak-anak atau busana muslim. Jika anda berencana mengembangkan usaha untuk menjual segala macam baju, maka sebaiknya belilah domain dengan nama jualbusana.com atau tokobusana.com karena cakupannya lebih luas.

    13. Lokalisasi

    Pengunjung adalah segalanya. Oleh karena itu perhatikan juga target pengunjung website kita nantinya. Jika target pengunjung anda masyarakat Indonesia, tidaklah masalah jika anda memilih domain dengan extensi .id seperti .co.id atau web.id. Tapi ingat, bagaimanapun TLD dot com is the best ( if available )

    14. Mudah dilafalkan, hindari ambiguitas

    "Pakai c apa pakai k?", "Ujungnya pakai s apa enggak?". Itu adalah salah satu contoh ketika sebuah nama domain mengandung kata/huruf yang dapat menimbulkan kebingungan orang yang mendengarnya ketika disebutkan. Hindari.

    15. Mudah diingat

    Kalau beberapa kriteria sebelumnya sudah dipenuhi, otomatis nama domain akan mudah diingat. Pendek, umum, mudah dilafalkan, dot com, sesuai dengan isi.

    16. Nama yang mirip

    Cobalah buka gogle.com, gpple.com, goole.com atau googel.com. Hasilnya adalah website yang sama bukan?

    Nah, daftarkan juga beberapa domain yang ejaan maupun penulisannya mirip atau menyerupai dengan domain yang akan dibeli. Hal ini untuk menjaga sewaktu-waktu pengunjung salah mengetikkan alamat website anda.

    17. Gunakan bentuk jamak ( english only)

    Bahasa Inggris membedakan bentuk jamak dengan menambahkan akhiran -s. Jika anda berencana membeli domain untuk toko bunga anda cobalah untuk memilih yang berbentuk jamak seperti flowers.com daripada flower.com. Karena yang kita jual adalah banyak bunga bukannya satu bunga.

    18. Kreatif

    Kreatifitas adalah tanpa batas. Jadi walaupun anda tidak dapat memenuhi kriteria di atas, anda masih bisa mendapatkan domain yang bagus dengan cara harus kreatif.

    19. Hati-hati dengan Whois

    Memeriksa ketersediaan domain melalui whois service terkadang 'membahayakan', kenapa? Karena mereka akan merecord pencarian kita dan kalau domain yang mau kita daftarkan termasuk banyak yang me-whois. Pihak situs akan meregister domain tersebut karena dikira "valuable", selanjutnya mereka jual dengan harga tinggi.

    Cara aman untuk mengecek ketersediaan domain diantaranya dengan mengetikkannya langsung di browser, atau dengan ping test (lakukan ping ke domain tersebut). Jika website tidak terbuka atau IP tidak tertera, kemungkinan masih available. Namun hal ini tidak 100% bisa dipercaya karena domain yang tidak di map (dipointing ke nameserver) akan menampilkan pesan page not found atau ping time-out.

    20. Compromise

    Dari sekian banyak tips yang dijabarkan di atas, sepertinya saat ini sangat sulit sekali untuk memenuhi semua kriteria tersebut. Namun sedikitnya setengah saja tips dan syarat dapat dipenuhi, anda sudah mendapatkan sebuah domain yang bagus.

    Dan jangan lupa, kunci suksesnya adalah kemauan dan keyakinan yang kuat dalam membangun sebuah website. Karena, sekeren apapun domainnya akan tidak bernilai jika pengunjung hanya mendapati halaman Under Construction sepanjang masa. Belum punya waktu untuk membangun website sementara domain sudah dibeli? Parkirkan saja domainnya di Sedo, Parked atau NameDrive. Selain dapat menghasilkan $$$, siapa tahu ada pihak lain yang berminat membeli domain tersebut.

    Incoming search terms:


    Membuat Private NS Sendiri

    [28-Aug-2008]

    Ketika menyewa sebuah webhosting, kita biasanya diberi informasi account dan informasi nameserver dengan format NS1.NAMAHOSTING.COM dan NS2.NAMAHOSTING.COM. Nama server tersebut nantinya akan bisa dilihat publik ketika melakukan Whois ke domain kita sehingga orang lain akan tahu dimana kita menyewa hosting.

    Sebenarnya kita bisa membuat nameserver sendiri dengan format NS1.DOMAINKITA.COM dan NS2.DOMAINKITA.COM. Untuk dapat membuat nameserver sendiri syaratnya adalah kita harus punya akses ke control panel domain yang memungkinkan mengedit DNS Zone. Beberapa registrar domain yang memungkinkan kita membuat nameserver sendiri (tanpa biaya tambahan) diantaranya Godaddy.com, Name.com, Dynadot.com

    Berikut tutorial untuk membuat nameserver di Godaddy.com

    - Login ke account di Godaddy.com

    - Masuk ke domain management dengan mengklik menu My Domain

    - Klik salah satu domain yang akan dibuat nameservernya

    - Scroll ke bawah, di situ tertera tertera Host Summary (add), klik pada link (add)

    - Pada kotak hostname isikan NS1, pada kotak Host IP1 isikan no IP untuk NS1

    - Ulangi sekali lagi untuk NS2, pada kotak Host IP1 isikan no IP untuk NS2

    - Klik OK jika sudah selesai. Nameserver akan aktif dalam waktu paling lama 48 jam.

    NB:

    Untuk mendapatkan no IP. lakukan ping ke NS1.NAMAHOSTING.COM dan NS2.NAMAHOSTING.COM (sesuai yang diberikan pihak webhosting), caranya ketikkan di Start -> Run ping ns1.namahosting.com -t dan tekan Enter, demikian juga untuk NS2-nya.

    Trik ini hanya untuk merubah nameserver, dimana orang lain masih tetap dapat melihat dimana kita menyewa hosting dengan melakukan trace-route. :D

    Incoming search terms:


    Memiliki Email Pribadi Tanpa Membeli Hosting

    [26-Aug-2008]

    Mungkin sudah banyak yang tahu apa itu Google Apps. Bagi yang belum tahu, itu adalah layanan gratis dari Google yang menawarkan berbagai fasilitas menarik, salah satunya inbox email sebesar kurang lebih 6GB secara gratis layaknya Gmail. Uniknya lagi, layanan gratis ini bisa menggunakan domain sendiri artinya alamat email Anda bukanlah username@gmail.com tapi username@namaanda.com.

    Hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menikmati layanan ini adalah, tentu saja, harus terlebih dahulu mempunyai domain, mengedit MX entry dan mengarahkannya (pointing) ke ghs.google.com. Beberapa penyedia layanan domain membebankan biaya tambahan untuk dapat mengedit MX/DNS Zone, atau alternatifnya mengarahkan domain tersebut ke webserver / hosting dan mengedit MX entry dari cPanel atau WHM. Setidaknya selain harus membeli domain, juga diharuskan membeli layanan manage MX/DNS Zone, atau membeli webhosting untuk dapat mengedit MX entry. Estimasinya dibutuhkan biaya sekitar Rp. 120 ribu ( domain rata-rata Rp 80rb ditambah biaya hosting atau MX/DNS).

    Bagaimana jika Anda hanya ingin menggunakan fasilitas email tanpa bermaksud membangun website? Tentu saja webhosting yang terlanjur dibeli tersebut akan menjadi mubazir, karena tidak lebih hanya sebagai tempat numpang lewat.

    Untung saja ada sebuah registrar (tempat melakukan registrasi domain) yang baik hati, yang menyediakan layanan Google Apps secara 'built up'. Name.com namanya. Setelah mempunyai akun (dengan membeli minimal satu domain) di name.com, Anda langsung dapat Google Apps dengan beberapa klik.

    1. Pilih domainnya, klik tombol Add for Selected Domain(s)

    2. Klik Enable, untuk mulai setup Account Google Apps.

    Ikuti petunjuk selanjutnya untuk men-setup account Google Apps, dalam beberapa menit kemudian Anda bisa langsung dapat menggunakan fasilitas dari Google tersebut dengan gratis, dan dengan nama domain Anda sendiri. Bahkan Anda dapat memberikan akun email tersebut kepada teman Anda seperti temananda@namaanda.com. Hebat kan! :D

    NB: Saat posting ini ditulis, harga domain di Name.com adalah $5.99 USD atau sekitar Rp. 55.000,- berlaku untuk satu tahun.

    Incoming search terms:


    Info Unik pada DNS Record

    [21-Aug-2008]

    Coba lihat data pada DNS record milik master Jim Geovedi berikut :

    NAME CLASS TYPE DATA TIME TO LIVE
    geovedi.com IN TXT I am really 100% Slacker 14400s (04:00:00)

    Pada kolom data tertulis I'am really 100% Slacker (?) Nah, sekarang pun kita bisa melakukan hal tersebut dengan mudah kok. Yang terpenting adalah kita harus punya akses ke WHM sebagai root atau paling tidak masuk ke SSH sebagai root untuk mengedit zone file (not tested). Tutorial ini saya buat menggunakan WHM 11.23.2 cPanel 11.23.4-R26138 WHM X v3.1.0. Ini menu awal nya :

    Gambar 1: Halaman awal WebHost ManagerKlik / pilih DNS Function, setelah memilih DNS Function, maka akan masuk ke menu DNS Function sebagai berikut :

    Gambar 2: DNS Function

    Setelah muncul menu-menu di atas, sekarang klik pada bagian Edit DNS Zone. Maka akan muncul step berikutnya untuk pemilihan domain yang ingin kita edit. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

    Gambar 3: DNS Zone Editor

    Selanjutnya Anda akan di suguhkan begitu banyak string dan kolom pada menu ini. INGAT ! Simpan settings sebelum Anda merubahnya, minimal bikin capture data, jadi sewaktu-waktu jika ada error Anda bisa mengembalikan seperti semula. Gambar di bawah ini adalah bagian atas dari Edit DNS Zone :

    Gambar 4: Edit DNS Zone

    Dari gambar di atas, dijelaskan bahwa kita sedang memasuki area editing DNS untuk domain yang terpilih. Sebelum melakukan perubahan yang bisa berakibat fatal pada domain Anda, segera lakukan beberapa capture settings untuk domain yang bersangkutan.

    Geser scrollbar Anda ke bawah, lalu temukan bagian ini :

    Gambar 5: Tambahkan entri baru

    Pada bagian NAME silakan isikan domain Anda dan jangan lupa untuk mengakhirinya dengan titik (.). Kemudian lanjutkan untuk memilih TYPE dengan value TXT. Dan akan muncul kolom baru di sebelahnya. Isilah sesuai dengan kemauan Anda. Dalam contoh kali ini saya memberikan value seperti pada gambar 5.

    Setelah semua selesai, sekarang jangan lupa tekan tombol save yang berada pada bagian bawah sebelah kiri. Dan apabila hasilnya sempurna, maka reportnya akan seperti di bawah ini :

    Gambar 6: Perubahan DNS sukses

    Dan sekarang kita menuju service yang menyediakan whois untuk DNS Record, Anda bisa menggunakan service online kesayangan Anda, tapi dalam contoh kali ini saya menggunakan domainwhitepages. Dan setelah di whois, maka akan muncul hasilnya seperti di bawah ini :

    Gambar 7: DNS Record Result

    Misi selesai, sekarang apabila ada yang ingin melihat details dari domain Anda. Tinggal tambahkan kata-kata sesuai kemauan Anda (lihat pada gambar 5).

    * WHM yang saya gunakan masuk menggunakan username root, belum tested di WHM yang menggunakan user selain root. Silakan test menurut pribadi Anda sendiri.

    Penulis : xtremenitro
    Sumber: xtremenitro.org

    Incoming search terms:


    News Archive