Advertisement

This is about Me?

Do not read this

Thanks To

Related sites

Community

Syndication

You can grab our news as an Atom feed.


Cara Setting Wildcard Domain untuk Instalasi Wordpress MU

[30-Aug-2008]

Pernah bikin blog di Wordpress.com? Tentu sudah dong! Nah, setiap user melakukan signup ke situs tersebut, secara otomatis akan dibuatkan sebuah akun blog dengan alamat username.wordpress.com. Blog ini bisa bertindak selayaknya blog standalone dimana kita bisa melakukan posting, memanage, mengganti template dan sebagainya.

Sebenarnya kita bisa membuat sendiri website seperti Wordpress.com yang menawarkan akun blog kepada setiap penggunanya. Apakah kita perlu menginstalkan wordpress ke setiap akun yang mendaftar? Tentu tidak. Karena Wordpress telah menyediakan apa yang dinamakan dengan Wordpress MU (Multi User) yang dapat di download di http://mu.wordpress.org

Secara umum tidak banyak perbedaan instalasi Wordpress MU dengan Wordpress biasa, karena sebenarnya Wordpress MU juga bisa dipakai selayaknya wordpress biasa. Namum ada satu hal yang perlu diperhatikan di sini, yakni Wordpress MU memerlukan settingan di DNS Zone dan server yaitu WildCard Domain. Wildcard domain sangat penting supaya server secara otomatis membuatkan “subdomain” (tepatnya, virtual subdomain)  sesuai dengan username waktu registrasi. Tanpa setting Wildcard domain ini alamat akun username.wordpress nya tidak dapat diakses.

Berikut langkah-langkah dalam membuat Wildcard Domain:

1. Login ke cPanel atau WHM dan pilih Edit DNS Zone. Jika tidak ada akses ke lokasi tersebut bisa minta bantuan ke admin server hosting yang bersangkutan. Alternatif lainnya belilah domain yang sudah mendukung Edit DNS seperti di name.com

Pada form isian DNS Zone tambahkan record berikut

Domain : *

Record Type : A

Di sebelah kanannya isikan alamat IP hostingnya, misalnya : 123.45.67.89

Screenshoot:

2. Langkah kedua, sepertinya memang harus mengontak admin server, kecuali anda memiliki hak akses root.

Buka file httpd.conf di folder Apache dan tambahkan baris-baris berikut:

DocumentRoot /home/username/public_html
BytesLog domlogs/domainkamu.com-bytes_log
User username
Group username
ServerAlias domainkamu.com *.domainkamu.com
ServerName www.domainkamu.com
CustomLog domlogs/domainkamu.com combined

Yang berwarna biru dan merah sesuaikan dengan username dan domainnya.

Selanjutnya cobalah membuat account baru di Wordpress MU yang sudah anda instal.


Tips dalam memilih Nama Domain

[28-Aug-2008]

Memilih nama domain seperti memilih pasangan hidup. Keterlaluan sepertinya ya? Tetapi setidaknya ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, jika kita benar-benar ingin menghidupkan sebuah website. Berikut tips yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan juga pengalaman pribadi:

1. Kesesuaian

Ini sudah jelas, sebuah nama domain harus dapat mewakili atau sesuai dengan isi dari sebuah website itu sendiri. Jadi ketika seseorang melihat sebuah domain akan langsung bisa menebak apa isinya.

2. Generik

Carilah nama-nama umum, yang biasa disebutkan dan dimengerti orang banyak. Sepertinya hal ini sangat susah mengingat hampir semua nama-nama umum sudah didaftarkan orang, tapi kalau kita kreatif dan sabar pasti dapat hasil yang bagus pula.

3. Pendek

Masih ingat dengan domain terpanjang di Indonesia atau di dunia? Hah, itu tidak lain hanya untuk sensasi saja. Intinya, makin pendek makin baik

4. Tanda hubung ( – )

Sedapat mungkin hindari penggunaan tanda hubung seperti nama-perusahaan.com. Kenapa? Karena akan terasa sukar dan panjang sewaktu kita menyebutkannya secara lisan atau melalui telepon, mau tidak mau harus seperti ini: “Website kami adalah nama tanda hubung perusahaan dot com” daripada nama perusahaan dot kom.

5. Angka

Penggunaan angka dalam sebuah nama domain adalah kurang baik, kecuali angka tersebut merupakan bagian dari nama perusahaan. Contohnya: trans7, indonesia5 dsb.

6. Dot com

Kenapa dot com? Karena dot com lebih memiliki kredibilitas dibanding dengan extensi lainnya, selain paling mudah diingat dan diketikkan orang.

7. Awalan / akhiran

Nama yang kita inginkan sudah diambil orang? Cobalah untuk menambahkan awalan atau akhiran yang relevan. Contohnya: ponsel.com sudah didaftarkan, cobalah ponselku.com atau jualponsel.com

8. Legalitas

Perhatikan bahwa nama domain yang ingin anda daftarkan bukanlah nama sebuah merek atau sesuatu yang telah terdaftar hak cipta-nya. Karena sewaktu-waktu mereka bisa menuntutnya.

9. Banyak TLD

TLD adalah top level domain atau extensi yang paling populer seperti .COM/.NET/.ORG. Daftarkan domain anda lebih dari satu TLD. Gunanya adalah untuk mencegah penggunaan nama domain kita oleh pesaing meskipun dengan TLD yang berbeda. Selain itu juga untuk menjaga jika pengunjung salah mengetikkan TLD.

10. Konsultasi

Tidak kalah penting juga untuk mengkonsultasikan nama domain yang akan anda beli dengan rekan atau teman. Karena sesuatu yang baik bagi kita belum tentu baik bagi orang lain atau bahkan mereka bisa menyumbangkan ide lebih baik lagi. Tapi ingat, jangan sembarangan berkonsultasi sebelum membeli sebuah domain, bisa-bisa domain tersebut lebih duluan didaftarkannya.

11. Lihat sejarah domain, pastikan bukan spam

Bila domain anda pernah didaftarkan sebelumnya oleh orang lain (expired/deleted domain). Cobalah lakukan pencarian di search engine (e.g Google.com) dan pastikan domain tersebut tidak digunakan oleh spammer maupun scammer. Karena bila hal itu terjadi, bisa saja nama tersebut telah diblacklist dari berbagai search engine atau bahkan telah diblacklist dari beberapa negara maupun ISP.

12. Rencana pengembangan ke depan

Anda menjual baju olahraga dan anda membeli domain untuknya dengan nama bajuolahraga.com. Pastikan sampai kapanpun anda menjual baju olah raga dan bukan baju anak-anak atau busana muslim. Jika anda berencana mengembangkan usaha untuk menjual segala macam baju, maka sebaiknya belilah domain dengan nama jualbusana.com atau tokobusana.com karena cakupannya lebih luas.

13. Lokalisasi

Pengunjung adalah segalanya. Oleh karena itu perhatikan juga target pengunjung website kita nantinya. Jika target pengunjung anda masyarakat Indonesia, tidaklah masalah jika anda memilih domain dengan extensi .id seperti .co.id atau web.id. Tapi ingat, bagaimanapun TLD dot com is the best ( if available )

14. Mudah dilafalkan, hindari ambiguitas

“Pakai c apa pakai k?”, “Ujungnya pakai s apa enggak?”. Itu adalah salah satu contoh ketika sebuah nama domain mengandung kata/huruf yang dapat menimbulkan kebingungan orang yang mendengarnya ketika disebutkan. Hindari.

15. Mudah diingat

Kalau beberapa kriteria sebelumnya sudah dipenuhi, otomatis nama domain akan mudah diingat. Pendek, umum, mudah dilafalkan, dot com, sesuai dengan isi.

16. Nama yang mirip

Cobalah buka gogle.com, gpple.com, goole.com atau googel.com. Hasilnya adalah website yang sama bukan?

Nah, daftarkan juga beberapa domain yang ejaan maupun penulisannya mirip atau menyerupai dengan domain yang akan dibeli. Hal ini untuk menjaga sewaktu-waktu pengunjung salah mengetikkan alamat website anda.

17. Gunakan bentuk jamak ( english only)

Bahasa Inggris membedakan bentuk jamak dengan menambahkan akhiran -s. Jika anda berencana membeli domain untuk toko bunga anda cobalah untuk memilih yang berbentuk jamak seperti flowers.com daripada flower.com. Karena yang kita jual adalah banyak bunga bukannya satu bunga.

18. Kreatif

Kreatifitas adalah tanpa batas. Jadi walaupun anda tidak dapat memenuhi kriteria di atas, anda masih bisa mendapatkan domain yang bagus dengan cara harus kreatif.

19. Hati-hati dengan Whois

Memeriksa ketersediaan domain melalui whois service terkadang ‘membahayakan’, kenapa? Karena mereka akan merecord pencarian kita dan kalau domain yang mau kita daftarkan termasuk banyak yang me-whois. Pihak situs akan meregister domain tersebut karena dikira “valuable”, selanjutnya mereka jual dengan harga tinggi.

Cara aman untuk mengecek ketersediaan domain diantaranya dengan mengetikkannya langsung di browser, atau dengan ping test (lakukan ping ke domain tersebut). Jika website tidak terbuka atau IP tidak tertera, kemungkinan masih available. Namun hal ini tidak 100% bisa dipercaya karena domain yang tidak di map (dipointing ke nameserver) akan menampilkan pesan page not found atau ping time-out.

20. Compromise

Dari sekian banyak tips yang dijabarkan di atas, sepertinya saat ini sangat sulit sekali untuk memenuhi semua kriteria tersebut. Namun sedikitnya setengah saja tips dan syarat dapat dipenuhi, anda sudah mendapatkan sebuah domain yang bagus.

Dan jangan lupa, kunci suksesnya adalah kemauan dan keyakinan yang kuat dalam membangun sebuah website. Karena, sekeren apapun domainnya akan tidak bernilai jika pengunjung hanya mendapati halaman Under Construction sepanjang masa. Belum punya waktu untuk membangun website sementara domain sudah dibeli? Parkirkan saja domainnya di Sedo, Parked atau NameDrive. Selain dapat menghasilkan $$$, siapa tahu ada pihak lain yang berminat membeli domain tersebut.


Membuat Private NS Sendiri

[28-Aug-2008]

Ketika menyewa sebuah webhosting, kita biasanya diberi informasi account dan informasi nameserver dengan format NS1.NAMAHOSTING.COM dan NS2.NAMAHOSTING.COM. Nama server tersebut nantinya akan bisa dilihat publik ketika melakukan Whois ke domain kita sehingga orang lain akan tahu dimana kita menyewa hosting.

Sebenarnya kita bisa membuat nameserver sendiri dengan format NS1.DOMAINKITA.COM dan NS2.DOMAINKITA.COM. Untuk dapat membuat nameserver sendiri syaratnya adalah kita harus punya akses ke control panel domain yang memungkinkan mengedit DNS Zone. Beberapa registrar domain yang memungkinkan kita membuat nameserver sendiri (tanpa biaya tambahan) diantaranya Godaddy.com, Name.com, Dynadot.com

Berikut tutorial untuk membuat nameserver di Godaddy.com

- Login ke account di Godaddy.com

- Masuk ke domain management dengan mengklik menu My Domain

- Klik salah satu domain yang akan dibuat nameservernya

- Scroll ke bawah, di situ tertera tertera Host Summary (add), klik pada link (add)

- Pada kotak hostname isikan NS1, pada kotak Host IP1 isikan no IP untuk NS1

- Ulangi sekali lagi untuk NS2, pada kotak Host IP1 isikan no IP untuk NS2

- Klik OK jika sudah selesai. Nameserver akan aktif dalam waktu paling lama 48 jam.

NB:

Untuk mendapatkan no IP. lakukan ping ke NS1.NAMAHOSTING.COM dan NS2.NAMAHOSTING.COM (sesuai yang diberikan pihak webhosting), caranya ketikkan di Start -> Run ping ns1.namahosting.com -t dan tekan Enter, demikian juga untuk NS2-nya.

Trik ini hanya untuk merubah nameserver, dimana orang lain masih tetap dapat melihat dimana kita menyewa hosting dengan melakukan trace-route. :D


Memiliki Email Pribadi Tanpa Membeli Hosting

[26-Aug-2008]

Mungkin sudah banyak yang tahu apa itu Google Apps. Bagi yang belum tahu, itu adalah layanan gratis dari Google yang menawarkan berbagai fasilitas menarik, salah satunya inbox email sebesar kurang lebih 6GB secara gratis layaknya Gmail. Uniknya lagi, layanan gratis ini bisa menggunakan domain sendiri artinya alamat email Anda bukanlah username@gmail.com tapi username@namaanda.com.

Hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menikmati layanan ini adalah, tentu saja, harus terlebih dahulu mempunyai domain, mengedit MX entry dan mengarahkannya (pointing) ke ghs.google.com. Beberapa penyedia layanan domain membebankan biaya tambahan untuk dapat mengedit MX/DNS Zone, atau alternatifnya mengarahkan domain tersebut ke webserver / hosting dan mengedit MX entry dari cPanel atau WHM. Setidaknya selain harus membeli domain, juga diharuskan membeli layanan manage MX/DNS Zone, atau membeli webhosting untuk dapat mengedit MX entry. Estimasinya dibutuhkan biaya sekitar Rp. 120 ribu ( domain rata-rata Rp 80rb ditambah biaya hosting atau MX/DNS).

Bagaimana jika Anda hanya ingin menggunakan fasilitas email tanpa bermaksud membangun website? Tentu saja webhosting yang terlanjur dibeli tersebut akan menjadi mubazir, karena tidak lebih hanya sebagai tempat numpang lewat.

Untung saja ada sebuah registrar (tempat melakukan registrasi domain) yang baik hati, yang menyediakan layanan Google Apps secara ‘built up’. Name.com namanya. Setelah mempunyai akun (dengan membeli minimal satu domain) di name.com, Anda langsung dapat Google Apps dengan beberapa klik.

1. Pilih domainnya, klik tombol Add for Selected Domain(s)

2. Klik Enable, untuk mulai setup Account Google Apps.

Ikuti petunjuk selanjutnya untuk men-setup account Google Apps, dalam beberapa menit kemudian Anda bisa langsung dapat menggunakan fasilitas dari Google tersebut dengan gratis, dan dengan nama domain Anda sendiri. Bahkan Anda dapat memberikan akun email tersebut kepada teman Anda seperti temananda@namaanda.com. Hebat kan! :D

NB: Saat posting ini ditulis, harga domain di Name.com adalah $5.99 USD atau sekitar Rp. 55.000,- berlaku untuk satu tahun.


Menampilkan Login Form di Sidebar Wordpress

[26-Aug-2008]

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Wordpress merupakan Blogging Platform yang paling banyak digunakan saat ini. Selain kemudahan dalam memanage dan kompatibilitas, banyaknya plugins (feature tambahan) yang dapat ditambahkan makin bisa menjawab kekurangan-kekurangan Wordpress sehingga dapat memenuhi keinginan penggunanya.

Seperti kita ketahui untuk mengakses halaman administrasi Wordpress kita diharuskan menuju url alamatblog.com/wp-admin/ atau alamatblog.com/wp-login.php. Hal ini tidaklah menjadi masalah jika kita adalah satu-satunya penulis di blog yang berbasis Wordpress tersebut. Akan tetapi jika blog kita memperbolehkan para pengunjung untuk berkontribusi, tentu saja hal ini akan sedikit merepotkan.

Untungnya ada sebuah plugins Wordpress yang berfungsi menampilkan Login Form di sidebar sehingga memudahkan akses bagi pengunjung untuk Login. Adalah Sidebar Login karya By Mike Jolley yang bisa di download di http://wordpress.org/extend/plugins/sidebar-login/ salah satu pluginnya.

Instalasi plugin ini sangat mudah, setelah selesai di download, extract dan upload ke folder wp-contents/plugins kemudian aktifkan dari Dashboard –> Plugins Management. Tidak ada code yang perlu di edit atau ditambahkan di file theme, karena plugins ini termasuk jenis Widget yang dapat dengan mudah diaktifkan dari Dashboard –> Design –> Widgets. Dengan catatan template/theme yang anda pakai sudah mendukung penggunaan Widget (widget ready)

Tampilan sebelum login:

wordpress sidebar login

Tampilan setelah login:

sidebar login wordpress


Mengedit Template OsCommerce dengan STS

[26-Aug-2008]

Apakah anda pernah mencoba mengedit template osCommerce?. Ada satu module bawaan dari OsCommerce yang memungkinkan kita untuk dapat merubah bahkan membuat sendiri kostum template kita dengan cara yg mudah. Mod ini di namakan Simple Template System (STS). Cara kerja STS ini adalah mendeklarasikan setiap bagian bagian (seperti box info kiri, kanan, header, footer dll) web kita ke dalam variabel yg nantinya bisa kita tempatkan letaknya di mana kita suka. Dan nantinya akan ada satu file html yang dapat kita edit ataupun bisa anda buat sendiri.

Untuk dapat download STS silahkan pergi ke sini, saya menggunakan STS versi terakhir, yaitu Versi 4.5.8. Di dalam STS akan terdapat 4 buah folder :

Isi folder dalam STS ZIP 4.5.8 :

  1. Doc
  2. Files for MS2
  3. Files for RC1
  4. STS

Ada baiknya sebelum melakukan proses upload dan installasi module, back up semua database anda, karena ini hanya di sarankan untuk fresh installation OsCommerce (installasi baru).

Untuk panduan lengkap, bisa anda baca di folder Doc, semua manual installasi ada di folder tersebut, dan saya menggunakan os commerce versi 2.2 RC1, saya lupa asal usulnya pkknya utk versi ini, di haruskan menggunakan STS yg MS2, dan untuk RC 1 saya lupa utk os commerce versi brp..silahkan dilihat2 lagi manual nya

Cara Instalasi:

  • Upload semua file2 yg di dalam folder ” files for MR2” dan folder “STS
    (silahkan anda upload ke dua folder tersebut (sesuai dengan apa yg ada di dalam folder masing2)
  • Setelah masing2 file berhasil di upload tanpa error kita akan meng aktifkan module tersebut…masuk ke area admin -> module
  • Pilih STS module -> lalu anda akan lihat beberapa module default yg telah ter install saat itu seperti : default, index, pop up image dan product info. Saran saya aktifkan saja semua biar ga repot .
  • Ketika anda meng aktifkan module default, pastikan di set ke TRUE option
  • Lalu setelah module STS aktif, anda dapat melihat mulai meng edit template standar.

Bagi yang masih kesulitan cara instalasinya bisa lihat lagi di manual di folder DOC tadi.

Penulis: Rizky
Sumber: Rizkyonline.com


Membuat custom block di template Drupal

[22-Aug-2008]

Block region adalah area di Drupal yang bisa digunakan untuk menampilkan content tertentu misalnya text ataupun modul seperti chatbox, banner, link dan sebagainya. Konfigurasi Block ini bisa diakses melaui panel administer ( /admin/build/block). Meskipun jumlah block yang dapat kita tambahkan dalam sebuah region block tidak terbatas, tapi jumlah regionnya sendiri adalah terbatas. Banyaknya region block tergantung dengan template yang digunakan misalnya header, sidebar, content top/bottom, dan footer. Beberapa template mempunyai jumlah block region yang terbatas, untuk itu kita perlu membuat block region baru.

Untuk membuat block region baru, yang perlu kita lakukan adalah mengedit beberapa file template yang kita gunakan. Langkah-langkahnya:

  1. Buka file template.php di folder themes, temukan baris-baris berikut (buat file baru bernama template.php jika tidak ada) :
    // regions for nama_template
    function nama_template_regions() {
        return array(
        'left' => t('left sidebar'),
        'content_top' => t('content top'),
       'content_top_right' => t('content top right'),
       'content_bottom' => t('content bottom'),
        'content_header' => t('header'),
        );
    }

    Sisipkan nama region baru yang akan ditambahkan diantara tanda kurung return aray di atas. Pastikan format penulisannya sama dengan region yang sudah ada, contoh:

     'region_baru' => t('region baru'),

    Nama di sebelah kiri tanda => adalah teks yang akan dibaca oleh drupal, tidak boleh menggunakan spasi dan karakter khusus, sedankan di sebelah kanan tanda => adalah nama yang akan ditampilkan di panel Administer, boleh menggunakan spasi.

  2. Langkah berikutnya adalah memanggil region tersebut ke template. Sebelum ini dilakukan region baru tersebut tidak akan muncul di panel administer dan tidak bisa digunakan.Buka file page.tpl.php di folder themes, tentukan tempat dimana block akan kita tampilkan nantinya. Sisipkan baris berikut di tempat tersebut.
    <div><?php print $region_baru; ?></div>

    Gunakan CSS untuk memanipulasi ukuran region baru yang kita buat.

  3. Selamat mencoba

Membuat tabel multi-kolom dengan div dan css

[21-Aug-2008]

table css Perlahan namun pasti, penggunaan tag table dalam sebuah website sudah mulai ditinggalkan baik itu dalam membuat layout maupun kontent website itu sendiri. Bahkan pembuatan layout tanpa table sudah sangat lumrah kita jumpai dan menjadi suatu keharusan saat dengan alasan file size menjadi lebih kecil dan tentu saja mempengaruhi waktu load. Apalagi dengan diluncurkannya standard Blueprint CSS Framework oleh google code yang jelas membantu para web designer untuk membuat multicolumn div, div column span dan masih banyak lagi yang dulunya hanya bisa dilakukan jika menggunakan tabel. Namun yang akan aku bahas adalah membuat table untuk isi website menggunakan div. (Untuk membuat tableless layout, lihat referensi di akhir post ini)

.

Beralih ke table dalam kontent website, sebenarnya ada toolsnya yakni “table2css converter” yang bisa langsung mengkonvert table menjadi div hanya dengan beberapa klik. Namun sayangnya tool ini hanya bisa membuat tabel statik dengan ukuran-ukuran absolut. Bagaimana jika table tersebut merupakan table dinamis, multicolumn, multirow seperti daftar harga barang, statistik atau member, dimana data diambil secara loop dari database?

.

Berikut contoh membuat tabel div yang mempunyai 8 kolom (columns) dan 2 baris (rows).

.

Pertama, buat kontainer yang bertidak sebagai <table> </table>.

<div class="kontainer"></div>

Properti css nya adalah:

.kontainer {
width:100%;    /* penuh layar atau fluid/flexible, gunakan ukuran px untuk fixed width */
margin:0 auto; /* opsional, supaya table berada di tengah jika dalam mode fixed,*/
               /* bertindak seperti <table align="center">*/
border: 1px solid #000 /* border, opsional */
}

Kedua, tambahkan row/baris di dalam div kontainer tadi, yang bertindak sebagai <tr></tr>.

<div class="kontainer">
   <div class="baris"></div>
</div>

Properti cssnya:

.baris {
width: 100%    /* harus 100% supaya penuh ke area table */
}

Ketiga, tambahkan beberapa kolom (contoh ini 8 kolom) diantara div baris tadi, yang bertindak sebagai <td></td>.

<div class="kontainer">
   <div class="baris">
      <div class="kolom">1</div>
      <div class="kolom">2</div>
      <div class="kolom">3</div>
      <div class="kolom">4</div>
      <div class="kolom">5</div>
      <div class="kolom">6</div>
      <div class="kolom">7</div>
      <div class="kolom">8</div>
   </div>
   <div style="clear: both;" /> <!-- tambahkan ini, supaya div kontainer
                                melingkupi semua div yang ada di dalamnya -->
</div>

Properti css nya:

.kolom {
width: 12.2%; /* pembagian 100% dengan 8 kolom, seharusnya 12.5%, */
              /* diberikan kompensasi seperlunya karena penggunaan margin,*/
              /* padding maupun border nantinya akan mempengaruhi lebar kolom */
float: left;  /* kolom yang lebih duluan akan ditempatkan di kiri, begitu seterusnya */
}

.

Berikut screenshot hasil sementara:

.
css tableless layout, table using div

.

Untuk menambahkan baris lainnya, baris kedua, ketiga dan seterusnya, cukup ulangi div baris beserta div kolom sebanyak baris yang diperlukan. Berikut contoh setelah diatambahkan baris (baris ke 2):

<div class="kontainer">
   <div class="baris">
      <div class="kolom">1</div>
      <div class="kolom">2</div>
      <div class="kolom">3</div>
      <div class="kolom">4</div>
      <div class="kolom">5</div>
      <div class="kolom">6</div>
      <div class="kolom">7</div>
      <div class="kolom">8</div>
   </div>
   <div class="baris"> <!-- baris ke dua -->
      <div class="kolom">1</div>
      <div class="kolom">2</div>
      <div class="kolom">3</div>
      <div class="kolom">4</div>
      <div class="kolom">5</div>
      <div class="kolom">6</div>
      <div class="kolom">7</div>
      <div class="kolom">8</div>
   </div>
<div style="clear: both;" /> <!-- jangan lupa untuk selalu menempatkan tag ini
                             sebelum penutup div kontainer -->
</div>

.

Kode lengkapnya adalah:

.

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN"
"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1">
<title>Contoh Table menggunakan div</title>
<style type="text/css">
.kontainer {
width:100%;    /* penuh layar atau fluid/flexible, gunakan ukuran px untuk fixed width */
margin:0 auto; /* opsional, supaya table berada di tengah jika dalam mode fixed,*/
               /* bertindak seperti <table align="center">*/
border: 1px solid #000 /* border, opsional */
}
.baris {
width: 100%    /* harus 100% supaya penuh ke area table */
}
.kolom {
width: 12.2%; /* pembagian 100% dengan 8 kolom, seharusnya 12.5%, */
              /* diberikan kompensasi seperlunya karena penggunaan margin,*/
              /* padding maupun border nantinya akan mempengaruhi lebar kolom */
float: left;  /* kolom yang lebih duluan akan ditempatkan di kiri, begitu seterusnya */
}
</style>
</head>

<body>
<div class="kontainer">
   <div class="baris">
      <div class="kolom">1</div>
      <div class="kolom">2</div>
      <div class="kolom">3</div>
      <div class="kolom">4</div>
      <div class="kolom">5</div>
      <div class="kolom">6</div>
      <div class="kolom">7</div>
      <div class="kolom">8</div>
   </div>
   <div class="baris"> <!-- baris ke dua -->
      <div class="kolom">1</div>
      <div class="kolom">2</div>
      <div class="kolom">3</div>
      <div class="kolom">4</div>
      <div class="kolom">5</div>
      <div class="kolom">6</div>
      <div class="kolom">7</div>
      <div class="kolom">8</div>
   </div>
<div style="clear: both;" /> <!-- jangan lupa untuk selalu menempatkan tag ini
                             sebelum penutup div kontainer -->
</div>
</body>
</html>

.

Sesuaikan style tambahan seperti warna background, border, text dan sabagainya. Selanjutnya, untuk pengisian data bisa menggunakan parameter-parameter php sesuai dengan kebutuhan.

.

Dalam contoh ini sengaja menggunakan atribut class bukan id dalam mengidentifikasi css properties karena sesuai dengan standard W3C bahwa id adalah harus unik untuk menamai suatu elemen dalam sebuah halaman web.

Demo: Klik di sini
Download: Klik di sini

Penulis: takien
Sumber: blog.situskamu.com


Info Unik pada DNS Record

[21-Aug-2008]

Coba lihat data pada DNS record milik master Jim Geovedi berikut :

NAME CLASS TYPE DATA TIME TO LIVE
geovedi.com IN TXT I am really 100% Slacker 14400s (04:00:00)

Pada kolom data tertulis I’am really 100% Slacker (?) Nah, sekarang pun kita bisa melakukan hal tersebut dengan mudah kok. Yang terpenting adalah kita harus punya akses ke WHM sebagai root atau paling tidak masuk ke SSH sebagai root untuk mengedit zone file (not tested). Tutorial ini saya buat menggunakan WHM 11.23.2 cPanel 11.23.4-R26138 WHM X v3.1.0. Ini menu awal nya :

Gambar 1: Halaman awal WebHost ManagerKlik / pilih DNS Function, setelah memilih DNS Function, maka akan masuk ke menu DNS Function sebagai berikut :

Gambar 2: DNS Function

Setelah muncul menu-menu di atas, sekarang klik pada bagian Edit DNS Zone. Maka akan muncul step berikutnya untuk pemilihan domain yang ingin kita edit. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

Gambar 3: DNS Zone Editor

Selanjutnya Anda akan di suguhkan begitu banyak string dan kolom pada menu ini. INGAT ! Simpan settings sebelum Anda merubahnya, minimal bikin capture data, jadi sewaktu-waktu jika ada error Anda bisa mengembalikan seperti semula. Gambar di bawah ini adalah bagian atas dari Edit DNS Zone :

Gambar 4: Edit DNS Zone

Dari gambar di atas, dijelaskan bahwa kita sedang memasuki area editing DNS untuk domain yang terpilih. Sebelum melakukan perubahan yang bisa berakibat fatal pada domain Anda, segera lakukan beberapa capture settings untuk domain yang bersangkutan.

Geser scrollbar Anda ke bawah, lalu temukan bagian ini :

Gambar 5: Tambahkan entri baru

Pada bagian NAME silakan isikan domain Anda dan jangan lupa untuk mengakhirinya dengan titik (.). Kemudian lanjutkan untuk memilih TYPE dengan value TXT. Dan akan muncul kolom baru di sebelahnya. Isilah sesuai dengan kemauan Anda. Dalam contoh kali ini saya memberikan value seperti pada gambar 5.

Setelah semua selesai, sekarang jangan lupa tekan tombol save yang berada pada bagian bawah sebelah kiri. Dan apabila hasilnya sempurna, maka reportnya akan seperti di bawah ini :

Gambar 6: Perubahan DNS sukses

Dan sekarang kita menuju service yang menyediakan whois untuk DNS Record, Anda bisa menggunakan service online kesayangan Anda, tapi dalam contoh kali ini saya menggunakan domainwhitepages. Dan setelah di whois, maka akan muncul hasilnya seperti di bawah ini :

Gambar 7: DNS Record Result

Misi selesai, sekarang apabila ada yang ingin melihat details dari domain Anda. Tinggal tambahkan kata-kata sesuai kemauan Anda (lihat pada gambar 5).

* WHM yang saya gunakan masuk menggunakan username root, belum tested di WHM yang menggunakan user selain root. Silakan test menurut pribadi Anda sendiri.

Penulis : xtremenitro
Sumber: xtremenitro.org

News Archive